Tree Frogs

si meta merah yang legendaris (Agalychnis callidryas)

Si mata merah yang di kenal dengan nama “Red eye tree frog” dengan nama ilmiah Agalychnis callidryas di ambil dari bahasa Yunani yaitu “kalos” artinya indah; dan dryas “bidadari pohon/kayu” Sehingga katak ini tampaknya memang sesuai dengan namanya si indah bidadari pohon. Ditemukan pertama kali oleh herpetolog Edward Cope pada tahun 1860-an. Agalychnis callidryas ini sangat populer bahkan menjadi Icon dari berbagai produk aksesoris hewan ekostis. Katak ini juga sering muncul di berbagai buku biologi dan agaknya, sering menjadi bahan untuk melambangkan Anura maupun Amfibi di berbagai literasi umum.

Agalychnis callidryas

Warna yang sangat cerah memang di gunakan sebagai senjata agar pemangsa berhenti sejenak, berpikir untuk memakan mereka. momen itu akan di gunakan si mata merah akan melompat untuk menghindari pemangsa tersebut.

Ketersediaan mereka di alam masih aman, di karenakan banyak peternak kodok berhasil mengembangkan mereka di penangkaran untuk dapat di distribusikan ke para penghobi atau pencinta katak hias.

Walau demikian, IUCN menetapkan status mereka menurun (terancam) di karenakan karena perubahan ekosistem,perburuan liar dan masih banyak faktor lainnya.

Penyebaran Agalychnis callidyras

Mereka tersebar luas di hutan neotropis Amerika tengah. Sering di temui pada dataran rendah dekat dengan kolam maupun sumber-sumber air. Negara Amerika tengah seperti Meksiko, Panama, Nikaragua dan Kostarika merupakan negara yang memiliki penyebaran terbanyak.

Mereka sering memilih lokasi dekat dengan air untuk menjaga kelembapan tubuh mereka. Karena itu pada bagian care sheet perhatikan cara untuk membangun kandang yang sesuai dan tepat untuk memelihara mereka.

Perilaku Agalychnis callidryas (behavior)

Katak ini sering sekali di temukan di kanopi-kanopi hutan. Mereka memanjat pepohonan dan sering mencari makan jangkrik maupun serangga-serangga yang kebetulan mereka temukan. Atas dasar itulah Dunia Anura mengklasifikasikan mereka ke dalam katak yang memiliki perilaku “Arboreal”.

Adapun katak ini sering di jumpai berkelompok pada satuan area tertentu. Perilaku sosial mereka komunal, sehingga dapat hidup berdampingan dengan damai serta berkembang biak dengan cepat serta stabil.

Mereka aktif di malam hari (nokturnal), Red eye tree frog sering berburu mangsa mereka justru pada saat matahari terbenam hingga mendekati terbit (subuh).

Morfologi singkat

Mengindentifikasi merekat tidak sulit. Mereka memiliki warna mata yang berwarna merah,berukuran besar dan menonjol. Fitur ini adalah mekanisme pertahanan yang disebut para ahli sebagai “warna kejutan.”

Agalychnis callidryas

Ketika mereka menutup matanya, kelopak matanya yang hijau membantunya untuk berbaur dengan lingkungan yang rimbun. Jika mereka didekati saat tidur di siang hari, matanya yang tiba-tiba terbuka akan membuat pemangsa kaget untuk sesaat (karena bermata merah), memberikan katak waktu beberapa detik untuk melarikan diri.

Katak ini juga memiliki warna tubuh hijau muda cerah yang terkadang menampilkan sedikit warna kuning atau biru. Seperti katak pohon pada umumnya, mereka juga memiliki kemampuan mengubah warna sesuai mood mereka, katak pohon bermata merah bahkan bisa menjadi warna hijau tua atau coklat kemerahan.

Perut dan bagian tenggorokan biasanya berwarna putih, tetapi sisi kiri kanan (bagian samping) mereka berwarna biru dengan batas putih serta garis yang berwarna putih vertikal. Kaki mereka berwarna merah cerah atau oranye.

katak pohon bermata merah memiliki alas kaki seperti cangkir yang memungkinkan mereka menghabiskan hari-hari mereka dengan berpegangan pada dedaunan di atas pohon.

Berkembang biak

Katak pohon bermata merah berkembang biak menggunakan proses pembuahan yang disebut amplexus. sang Jantan akan naik ke punggung betina sambil menggenggam erat pinggang betina dan membuahi telur saat dia melepaskannya.

Peletakan dan pembuahan telur terjadi pada daun lebar di atas air. Telur-telur tersebut dikelilingi oleh lapisan lengket seperti agar-agar yang memungkinkan mereka untuk menempel pada permukaan daun. Ketika menetas, kecebong di dalam telur bergerak hebat hingga telur pecah.

Proses metamorfosis kecebong menjadi katak dewasa memakan waktu sekitar 75 hari.

Sexing

Mudah sekali untuk menentukan jenis kelamin. Ketika dewasa katak Jantan biasanya mencapai ukuran 5 sda 6cm dan betina dapat mencapai 7-8 cm.

Adopsi “Red eye tree frog”

Klik disini untuk mengadopsi katak lucu dan legendaris “Red eye tree frog”

Zico Ekel

Zico merupakan penghobi katak yang telah berhasil mengembangkan banyak jenis katak lokal maupun impor di penangkaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button