Paleosuchus palpebrosus (Darf caiman) Cuvier adalah Buaya atau aligator terkecil di dunia, mereka dapat di pelihara dan hidup sehat bahkan lebih baik ketimbang di hidup di alam liar.
Spesis ini aktif di malam hari (nokturnal). Mata mereka akan terbuka besar serta terbiasa melihat di dalam kegelapan. Di alam liar, mereka memakan ikan, amfibi, mamalia kecil, burung, kepiting, udang, siput (mollusca), serangga, dan invertebrata lainnya, yang mereka temukan di air atau di darat. Diet aligator ini adalah kepiting, udang, moluska, laba-laba, kalajengking, serangga darat, ikan, belut, ular, amfibi (kodok, caecilian), mamalia (tikus, agoutis, monyet, marsupial, armadillo, dan landak )juga burungPada musim dingin, Palpebrosus biasanya hidup di lubang-lubang atau menggali tanah untuk berlindung dan mampu bertahan di suhu 22 derajat c. Bagaimana di dunia anura ? Ketika Mereka pertama kalinya datang di penangkaran kami, mereka baru berumur 3-5 bulan. Kami memelihara mereka dengan mengikuti cara mereka hidup di alam. Juga memberikan waktu siang dan malam (lampu UVA,UVB menyala selama 12 jam).
Secara umum, Dwarf caiman dapat hidup panjang. (Sekitar 20-40 tahun) di penangkaran mereka bahkan dapat hidup lebih dari 50 tahun.
Berikut adalah suara geraman dari spesis Palpe.
Status Konservasi
Cites : Tercatat – IUCN : Resiko Rendah – Reptile Database :Klik Disini
Pertama kalinya dideskripsikan oleh Cuvier, 1807. Nama Palpebrosus di ambil dari bahasa latin yakni palpebra artinya adalah “kelopak mata” dan “osus“, yang berarti penuh dengan; hal ini karena sisik tulang yang menonjol di atas mata (Gotch 1986).
Mereka sering di gadang-gadangkan sebagai aligator terkecil di dunia. Tersebar merata di Negara-negara Amerika latin seperti Bolivia, Brazil, Kolombia, Ekuador, French Guiana, Guyana , Paraguay, Peru, Suriname, Venezuela dan Trinidad.
Spesies ini dapat ditemukan di dekat sungai dan daerah sabana yang tergenang termasuk sungai Orinoco dan Sungai Amazon, serta Paraguay timur. Mereka lebih menyukai aliran atau sungai yang bersih, jernih, dan bergerak cepat di daerah Hutan hujan tropis dan biasanya dekat dengan air terjun dan jeram.
Paleosuchus palpebrosus sebagian besar menghuni air tawar yang dapat diseberangi, mereka menghindari air laut yang asin dan payau. Mereka lebih menyukai air yang lebih dingin dibandingkan dengan jenis caiman lainnya
Morfologis
Aligator terkecil dengan Maksimal pejantan hanya sekitar 1,3-1,5 meter. Betina tumbuh hingga 1,2 meter. Berat dewasa dapat mencapai 6-7 kg.
Warna tubuh dominan coklat kemerahan. Permukaan punggung sebagian besar polos dan berwarna kehitam-hitaman, rahang atas dan bawah ditutupi dengan beberapa bintik berwarna gelap dan terang.
Ekor ditandai dengan seperti pita melingkar ke bagian ujung. Rata-rata memiliki mata yang cokelat, namun ada beberapa individu yang berwarna kuning keemasan. Formula gigi tidak sama dengan caiman lainnya. Kebanyakan caiman memiliki 5 gigi premaxillary di rahang bagian atas, tetapi spesies ini hanya memiliki 4.
Palpebrosus secara spesifik juga memiliki 17-20 baris sisik memanjangi dorsal & ekornya, memiliki sisik 7-9 baris. Juga memiliki lebih banyak osteodermata (lempeng tulang) yang menutupi kulitnya daripada spesies lainnya.
Spesifikasi
Tingkat kesulitan | Moderate |
Panjang usia | 3-5 tahun |
Air | Tawar |
PH | _ |
Tipe kandang | Riparrium, Paludarium |
Temperatur | 28 - 31 Celcius |
Kelembapan | 90% up |
Diet | Tikus putih (mencit), daging ayam, Jangkrik, Ikan. |
Pengembang-biakan | oviparous |
Aktifitas (behavior) | Nokturnal, Terestrial, Communal |
Taxonomy
Kingdom | Animalia |
Phyllum | Chordata |
Class | Reptilia |
Order | Crocodilia |
Family | Alligatoridae |
Genus | Paleosuchus |
Galeri Paleosuchus palpebrosus
Via Tokopedia Via Whatsapp