Other Frogs & Reptiles

Leptophryne cruentata

Nama Ilmiah dari kodok darah adalah Leptophryne cruentata. Kodok darah berukuran kecil dan ramping. Ukuran pada betina kurang lebih sekitar 25-40 mm dan pada jantan mencapai kurang lebih 20-30 mm. Kodok darah di kenal juga dengan kodok merah atau dalam bahasa inggris Bleeding Toads (Katak Berdarah)

Kodok Darah merupakan kodok Endemic di Jawa Barat, Indonesia. Katak darah tersebar di Cibeureum, Lebak Saat, Rawa Denok, Ciapus, sekitaran Gunung Gede dan Gunung Pangrango,Selabintana dan Curug Luhur,Biasanya di temukan di Sungai-sungai tidak deras.

Ciri khas pada bentuk yang paling mencolok adalah wana kulitnya yang dipenuhi bintik-bintik berwarna merah darah. Kulit katak merah berwarna hitam dengan bintik-bintik merah.

Kodok darah aktif pada malam hari (Nokturnal) dan merayap di serasah dan sering juga terlihat di pohon-pohon rendah (Semi Arboreal)

Mengurangnya populasi dengan signifikan, maka Katak darah di catat IUCN Redlist  dengan status Critically Endangered(Kritis).Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan populasi kodok darah adalah :

  • Terdegradasinya habitat katak darah
  • Infeksi Jamur Batrachochytrium Dendrobatidis
  • Iklim yang berubah drastis
  • Pemburuan liar untuk di perjualbelikan di pasar gelap.

Leptophryne cruentata mirip dengan saudaranya Leptophryne Borbonica maupun Leptophryne Javanica. Yang membedakan antara ketiganya adalah dari warna kulit. Borbonica dengan warna coklat dengan bercak hitam dan Javanica berwarna hitam dengan bercak-bercak kuning.

Kodok Darah merupakan kodok yang di lindungi di Indonesia. Pada P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 akhirnya pemerintah Indonesia memasukan Kodok Darah menjadi satu-satunya keluarga amfibi di Indonesia yang di lindungi oleh hukum.

Zico Ekel

Zico merupakan penghobi katak yang telah berhasil mengembangkan banyak jenis katak lokal maupun impor di penangkaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button