Info Amfibi

Katak jam pasir

Katak jam pasir adalah katak yang tergolong pada family Leptophryne, sering di sebut sebagai katak jangkrik karena suaranya yang mirip dengan suara jangkrik. menurut IUCN, Katak ini masih dalam status LC

Morfologi

Katak ini adalah katak yang sangat kecil dan ramping sehingga kami menyebutnya sebagai katak micro. Leptophryne Borbonica sering di sebut sebagai katak jam pasir, bertubuh langsing dan dengan bentuk kaki panjang sehingga mereka adalah pelompat yang baik. Mereka berwarna abu-abu kecoklatan dan kadang memiliki campuran warna merah atau kuning pada bagian perut dan sela-sela kaki belakang. Katak ini berukuran kira-kira 20-30 mm (SVL) untuk jantan dan pada betina bisa lebih besar dengan ukuran 25-40 (SVL).

Leptophryne borbonica betina
Leptophryne borbonica jantan

Yang unik dengan katak ini adalah sering sekali memiliki tanda di bagian punggung yang menyerupai huruf X. Kaki belakang yang panjang membuat mereka dapat melompat dengan tinggi. Katak tidak bisa berenang dengan baik sering tenggelam jika tidak sengaja memasuki air yang dalam.

Distribusi

Di Indonesia, katak ini tersebar di pulau kalimantan,jawa barat maupun jawa tengah. Dan katak ini juga temukan juga di negara-negara asia tenggara seperti Malaysia dan Thailand.

Behavior

Katak mungil ini adalah katak yang mudah di pelihara dan sangat aktif di malam hari (nokturnal). Kebiasaaan hidup adalah semi arboreal sehingga kadang suka memanjat tapi bisa menjadi terestrial terutama di saat mencari makan. Katak ini melakukan perkawinan minimal 1x dan maximal 3 kali dalam satu tahun.

Social behavior

Katak ini hidup secara berkelompok. Walau pada pengamatan di penangkaran, jantan cenderung progresif dan menyerang jantan lainnya untuk mempertahankan teritorial.

Jika kalian hendak mengadopsi L.Borbonica captive breed dari Dunia Anura silahkan klik di sini. Jangan lupa membaca care sheet sebelum mengadopsi mereka.

Calling sound

Zico Ekel

Zico merupakan penghobi katak yang telah berhasil mengembangkan banyak jenis katak lokal maupun impor di penangkaran.

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button