New Arrival

Desert tree frog, Suhu tidak jadi masalah

Di mana-mana suhu menjadi momok buat para pencinta katak di mana banyak katak yang baik jika di pelihara di suhu dingin ataupun memang tidak bisa mentolelir suhu tinggi tertentu. Katak ini berasal dari keluarga Hylidae dengan genus Litoria. Di temukan pertama kali oleh Gray pada tahun 1842. Katak ini di kenal dengan sebutan Ruddy treefrog atau Desert tree frog. Uniknya, walaupun di kenal dengan embel-embel tree frog namun kenyataannya katak ini adalah katak semi arboreal dan tidak menunjukan sifat yang sama seperti genus katak pohon (Rachophorus) pada umumnya. Menurut IUCN, status katak ini adalah LC (least concern)

Morfologi Desert Tree Frog

Mereka berukuran Kecil-sedang dengan kepala dan kaki yang relatif pendek.Ukuran panjang rata-rata adalah 31-35mm pada jantan dan 33-37mm untuk betina. Terlihat Pupil yang berbentuk horizontal, dengan warna tubuh cenderung coklat pucat, terkadang coklat tua atau krem. Terdapat bintik-bintik coklat gelap di sekujur punggung. Mereka juga biasanya memiliki garis coklat tua di sepanjang sisi kepala dan tubuh mereka. Pada sisi kaki belakang, biasanya berwarna kuning pucat. Gendang telinga Litoria Rubella terlihat sangat jelas. Mereka juga memiliki bantalan di jari tangan dan kaki mereka terutama pada jantan.

Penyebaran

Pupulasi Desert Tree Frog ini di temukan di benua Australia, sebagian New Guinea utara dan TImor Leste serta Papua Indonesia.

Behavior

Katak Litoria Rubella aktif di malam hari, namun dapat aktif juga di sore hari (menjelang malam hari). Sering mendiami daerah-daerah yang dekat dengan sumber air dan banyak di temukan habitat di daerah pemukiman manusia.

Tidak seperti katak-katak gurun lainnya, mereka tidak menggali tanah untuk bersembunyi terhadap panas, namun memilih berteduh di bawah batu, kayu, daun atau di balik serasah.

Reproduksi

Distribusi yang lumayan luas mengakibatkan katak ini banyak sekalian varian dalam hal kawin. Mereka kawin setiap tahun sekali, sesudah musim hujan maupun musim panas. Pada daerah gurun, mereka hanya berkembang biak saat musim hujan namun pada daerah banyak air, katak ini bisa berkembang biak walau musim panas. Jantan akan memulai calling di daerah dekat air. Betina mampu bertelur 40 sda 300 ekor dan biasanya dari fase kecebong, mereka hanya memerlukan 14 hari untuk menjadi seekor katak apalagi airnya hangat.

Sexing Desert Tree Frog

Membedakan antara katak jantan dan betina, tergolong mudah karena dapat di indentifikasi lewat kasat mata. Pada betina tampak perut lebih membesar seperti buntalan karena menggendong indung telur dan memang lebih besar sedikit daripada jantan.

Desert Tree Frog, Litoria Rubella
Litoria Female
Litoria Rubella Calling, dunia anura frog room – 24 Jan 2021

Untuk adopsi silahkan kontak kami dan kunjungi link ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button